Dia pelatih yang bagus dengan kinerja yang telah teruji bersama timnas Kanada putra maupun putri
Jakarta (KABARIN) - Pengamat sepak bola nasional Mohamad Kusnaeni menyebut John Herdman memiliki semua kriteria yang dicari untuk menjadi pelatih timnas Indonesia.
Herdman diresmikan menjadi pelatih tim Garuda pada Sabtu 3 Januari. Ia kemudian melakukan jumpa pers pertamanya pada Selasa (13/1), tiga hari setelah kedatangannya di Indonesia.
"Pemilihan Herdman adalah keputusan yang tepat. Untuk mengejar mimpi lolos ke Piala Dunia 2030 kita memang butuh lebih dari sekadar pelatih timnas," kata pria yang akrab disapa Bung Kus itu, saat dihubungi ANTARA di Jakarta, Rabu.
Pendapat Bung Kus didasarkan pada fakta bahwa Herdman pernah meloloskan suatu negara ke Piala Dunia. Kanada, yang ia latih selama lima tahun, ia bawa ke Piala Dunia 2022 di Qatar. Di edisi itu, Kanada akhirnya kembali ke panggung tertinggi setelah 36 tahun absen.
Tak hanya dari sektor putra, Herdman juga turut membawa dua tim putri Selandia Baru ke Piala Dunia Wanita 2007 di China dan 2011 di Jerman.
Masih di sektor putri, pelatih asal Inggris berusia 50 tahun itu juga menjadi pelatih tim putri Kanada saat menjadi tuan rumah Piala Dunia Wanita 2015. Kala itu, Kanada di bawah kendalinya menembus babak perempat final, sebelum kemudian dihentikan oleh Inggris.
"Herdman memenuhi kriteria itu. Dia pelatih yang bagus dengan kinerja yang telah teruji bersama timnas Kanada putra maupun putri," ucap Bung Kus.
"Lebih dari sekadar berprestasi, Herdman juga seorang konseptor yang baik. Itu tercermin dari cara dia membangun sepak bola Kanada dengan berbagai proyek yang mampu mengangkat negara itu masuk jajaran elite di Amerika Utara, bahkan dunia," katanya menambahkan.
"Filosofi sepak bola Herdman juga jelas. Berbasis pada pengembangan potensi pemain lokal digabung dengan rekrutmen pemain berkualitas dari berbagai sumber," kata dia melanjutkan.
Prestasi-prestasi itu membuat Bung Kus yakin Herdman adalah sosok yang tepat untuk membawa Indonesia ke Piala Dunia, yang terdekat setelah kegagalan edisi 2026 adalah pada edisi 2030.
Keyakinan Bung Kus juga berdasarkan pada pengamatannya bahwa kualitas sepak bola di Indonesia mempunyai sejumlah kemiripan dengan Kanada. Hal ini juga dirasakan oleh asisten Herdman, Cesar Meylan, yang mengatakan bahwa Indonesia mempunyai situasi yang mirip seperti Kanada sekitar 4-5 tahun sebelum mereka bermain di Piala Dunia 2022.
"Kanada memang beda dengan Indonesia. Tapi ada sejumlah kemiripan dalam persoalan infrastruktur pembinaan, kualitas liga, dan keterbatasan SDM di bidang sepak bola," katanya.
Editor: Raihan Fadilah
Copyright © KABARIN 2026